hutan-hutan yang hijau kini berganti menjadi beton-beton mewah, pohon-pohon berganti tower-tower yang tinggi menjulang, gunung-gunung menjadi pencakar langit yang penuh kaca dan kabut pagi hari telah terkontaminasi dengan asap-asap beracun yang menyesakkan dada....
Begitu juga dengan manusia pelaku jaman.... Para leluhur kita dulu terkenal dengan senyum ramahnya, sopan santun serta etika yang dijunjung tinggi, tolong menolong antar sesama tanpa membedakan suku, ras maupun agama erat dipertahankan.....
Dan sekarang..... jangankan saling bertegur sapa, senyum pun tak ada.... sopan santun cuma cerita belaka, dimana-mana kejahatan dan kekerasan merajalela, saling sikut saling hantam dan bahkan saling menghilangkan nyawa dengan mudahnya....
Dengan alasan tekhnologi, modernisasi, globalisasi..... semua keharmonisan masa lalu sirna dengan disengaja tergantikan dengan bencana, dan yang paling mengerikan.....keimanan telah tergadaikan hanya demi ambisi duniawi.....
Kata Koes Plus, orang bilang tanah kita tanah surga.... tonggak batu dan kayu jadi tanaman.... orang bilang tanah kita tanah surga, kail dan jala cukup menghidupimu.....
Memang benar.....seandainya saja kita benar cara mengolah dan demi untuk kepentingan bersama, bukan memonopoli demi untuk kepentingan pribadi. Seandainya saja para pembesar yang mengelola negri ini tidak serakah, mungkin paradigma Yang Kaya Makin Kaya Yang Miskin Makin Miskin tidak akan terjadi di negri yang sumber daya alamnya melimpah ini.....
hmmmmm..... masihkah terpikir olehmu untuk menggendutkan perutmu sendiri sementara disekelilingmu banyak mereka-mereka yang kelaparan....??? Masihkah ingin mengejar ego dan ambisimu sementara perlahan demi perlahan tanah negri ini semakin hancur berantakan....???
Tuhan telah mengingatkan kita semua.... maka berpikirlah.... Jangan habiskan bekal untuk anak cucu kita kelak nanti.....(Semarang, 2 Mei 2011, 09.37)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar